Headlines News :

Wawan Ajak Hidupkan Wisata Gunung Gandul

Ditulis oleh: admin ,pada hari Minggu, 12 Februari 2017 | 17.29


Wonogiri-Salah satu ikon Wonogiri yang tak kalah terkenal adalah gunung Gandul, terletak sekitar 3 km sebelah barat laut kota Wonogiri, akses jalan untuk menuju kawasan puncak cukup bagus dan bisa dilalui kendaran bermotor roda dua, untuk mencapai puncaknya memang kita harus sedikit berjalan kaki dengan medan yang cukup terjal, namum rasa penat akan segera terobati ketika sampai di puncak seraya menyaksikan pemandangan kota Wonogiri dari atas.


Di gunung ini juga didiami fauna endemik yaitu kera ekor panjang atau yang biasa dipanggil “kethek” oleh masyarakat Wonogiri. Namun Kondisinya sekarang berbeda dari keterangan Wawan Arifianto  Anggota Komisi III DPRD Wonogiri saat melakukan silaturahim sekaligus pertemuan dengan warga lingkungan Joho Kidul dan Gandul akhir pekan kemarin. Warga menuturkan “Dulu ketika gunung Gandul masih banyak dikunjungi warga, kera-kera ini jarang sekali nampak. Tetapi, sekarang ketika gunung Gandul sepi dan tidak banyak dikunjungi orang, kera ini jadi seperti penguasa di gunung. Dan mungkin dengan semakin sedikitnya tanaman yang bisa dimakan akhirnya kera ini menyerang taman penduduk seperti jagung, sayuran, singkong, ketela, serta tanaman palawija lainnya”.
“Apalagi disaat musim kemarau tiba, dimana tanaman warga sudah habis maka kera-kera tersebut akan masuk ke pemukiman warga untuk mencari makanan” imbuh warga.


Wawan Arifianto saat berdialog bersama warga sekitar gunung Gandul
Dari keterangan warga tersebut Wawan yang kebetulan bertempat tinggal tidak jauh dari gunung Gandul ini mengusulkan untuk membangkitkan kembali wisata gunung Gandul yang harapannya kawasan wisata ini bisa dikelola oleh warga sekitar, tentunya dengan melakukan beberapa penataan lokasi dan sarana pendukung juga meningkatkan publikasinya, bisa dengan memanfaatkan sosial media semisal facebook atau instagram tentang keberadaan wisata gunung Gandul. Dan tak kalah pentingnya menurut Anggota Fraksi PKS ini yaitu penanaman pohon buah buahan seperti duwet, jambu, pisang, nangka dan lain-lain yang tujuannya menambah ketersedian makanan dikawasan sekitar gunung sehingga diharapkan kera-kera tersebut tidak merusak tanaman warga.


Selain itu  Wawan juga akan membantu berkomunikasi dengan Pemkab dan Perhutani terkait permasalahan rusaknya tanaman warga juga pengelolaan kawasan Gunung Gandul sebagai daerah wisata.

Wujudkan Ketahanan Pangan di Tingkat Desa

Ditulis oleh: admin ,pada hari Selasa, 07 Februari 2017 | 09.43



Jatipurno-Ketahanan dan kedaulatan pangan merupakan salah satu isu global di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Negara kita Indonesia. Di tingkat lokal daerah kabupaten/kota untuk menghadapi dan menjawab permasalan tersebut dengan terus berupaya memaksimalkan produktifitas serta pengolahan pruduk unggulan pertaniannya dengan menggunakan teknologi tepat guna.

Bertempat di Lingkungan Panggil Rt 01/04 Kelurahan Jatipurno, Jum’at (3/2) dilakukan peresmian tempat penggilingan gabah (Rice Mill) lumbung pangan masyarakat Jatimulyo Kelurahan Jatipurno Kecamatan Jatipurno oleh Nyamik Saptati bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri juga dihadiri segenap Forkompincam Jatipurno.

Nyamik yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Wonogiri berharap dari program ini akan membantu membangun masyarakat di bidang Ketahanan Pangan serta semakin meningkatkan taraf hidup petani, khususnya di wilayah Jatipurno dan lebih luas lagi di Kabupaten Wonogiri, Kader PKS ini juga mengajak untuk mari bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa.

SETELAH SUKSES, WHAT NEXT ?

Ditulis oleh: admin ,pada hari Rabu, 25 Januari 2017 | 22.05



Teman, semua meyakini bahwa sukses tak pernah mengenal pak Tarno. Sim salabim jadi apa, prok..prok..prok. Ada sejarah panjang yang kadang tak ter-cover ke hadapan khalayak. Orang hanya mengetahui bahwa si A, si B sekarang telah sukses disebut sebagai orang sukses. Hehe..ribet kan?

Para ilmuwan yang menemukan berbagai benda yang membantu kehidupan kita sehari-hari pun tidak serta merta mendapatkannya begitu saja. Diam..merenung..cling..jadi deh magicom. Tidaklah. Ada perjalanan berliku untuk bisa demikian.

Contoh sederhana lainnya, proses pembuatan nugget. Saya pernah memproduksi nugget rumahan beberapa waktu yang lalu. Berbekal semangat untuk menyediakan makanan sehat di rumah, sayapun penasaran untuk membuatnya sendiri. Anak saya banyak..penggemar nugget. Ya..hitung-hitung penghematan juga kaan..

Jadilah perburuan resep itu dimulai. Googling mestinya. Wee... ternyata banyak sekali resep pembuatannya. Saya mencobanya satu persatu. Di resep pertama, kalau dibisniskan mungkin nggak jadi untung secara materi. Minim tepung tapi boros daging..hihi. Bentuknyapun mungil-mungil. Hm... jadi semakin penasaran kan, bagaimana sih, bisa membuat seperti yang dijual kemasan itu? Minimal mirip lah..hehe.

Hunting resep lagi. Coba lagi. Baik bahan campuran maupun bumbunya. Begitu berkali-kali. Pernah jadi nugget yang keras..hehe. Usut punya usut, ada bahan yang overload.

Finally, setelah trial and error beberapa kali, ketemu juga rasa yang pas dan nendang. Indikasinya? Anak-anak dan teman-temannya yang saya minta menjadi tester bolak-balik makan tak henti-henti..hehe.. Enak, katanya.

Walhasil, nuggetpun dikemas, dijual dalam event-event tertentu. Dalam pengemasannyapun tidak langsung menemukan konsep yang fiks. Ada proses trial and error juga. Berbagai jenis plastik saya coba. Termasuk membeli alat perekat denfan berdaya listrik. Pernah juga memesan plastik kemasan pada seorang teman. Ribet memang. Tapi terasa nikmat.

Ada contoh lain lagi terkait sukses. Lebih sederhana daripada proses ber-nugget ria. Pernah membuat telur ceplok? Saat masih kecil dulu, nyeplok telur buat saya bagaikan mengikuti buggy jumping. Hihi..lebay ya. Tapi..begitulah. Sama-sama memacu adrenalin.

Minimnya ilmu dan keberanian membuat saya selalu mengambil posisi "ancang-ancang" setiap nyeplok telur. Takut lah, terkena cipratan minyak panasnya. Padahal, semakin jauh, justru semakin tinggi pantulan minyaknya ya..hehe.

Teman..
Semua itu memanglah bagian dari satu aktifitas yang bernama BELAJAR. Yaitu upaya menambah pengetahuan dan skill dari yang sudah dimiliki sebelumnya. Tidak gampang menyerah; menjauh dari putus asa; selalu tumbuhkan rasa penasaran dan tidak puas sekaligus haus akan ilmu serta memupuk cita untuk membuat sejarah bagi kehidupan sendiri merupakan serentetan syarat yang harus terus menempel dalam jiwa seorang pembelajar. Bidang apapun itu.

Kita meyakini,belajar merupakan suatu bentuk proses. Sedangkan proses itu bagian dari sukses. Kadang sukses itu samar kita rasakan. Sebagaimana proses pembuatan nugget tadi. Yang dirasakan dan dialami terkesan proses terus-menerus yang tak pernah habis. Barulah, setelah merenung sejenak..

Lho..kok kinerja saya bisa lebih cepat dari saat awal saya membuat ya ? Lho..kok rasanya bisa nendang ya?

Teman..jika sudah demikian, berarti kita telah mengantongi sukses kecil itu. Kumpulkanlah. Jangan biarkan ia berserakan. Karena sukses besar merupakan kumpulan dari sukses-sukses kecil.

Setelah itu, setelah menjadi bagian dari sukses, what next ?

Hm..banyak pilihan, teman. Dari yang mencukupkan, memotivasi mereka yang belum sesukses kita, bahkan mem-bully; baik secara halus maupun terang-terangan. Really? Iya lah.

Namun, sebagai orang sukses berjiwa besar, tentunya kita akan memilih yang kedua. Karena mencukupkan berarti menghentikan ikhtiar untuk lebih sukses lagi. Mem-bully berarti merendahkan orang lain dan menganggap diri kita jauh lebih baik.

Dari sudut pandang politik yang keras dan dinamis, sindir-menyindir dan bullying itu seperti "makanan" sehari-hari para pelakunya. Meski sebenarnya ada cara berpolitik yang lebih elegan.

Dari kacamata pendidikan, wah..bullying itu pelanggaran banget. Mengkritik dan "maido" upaya seseorang yang sedang belajar hanya akan menjatuhkan mentalnya.

Ketika suatu saat, anak saya yang masih TK menggambar dan menunjukkannya pada saya sembari bertanya, "Bagus kan, mi?" Kalau saya menilainya dari sudut pandang saya sebagai orang dewasa, pastilah akan saya bilang JELEK. Rumah kok terbang, gentingnya lancip, pintu dan jendelanya tidak proporsional. Dan bisa dipastikan, setelah itu anak saya akan kapok menggambar rumah. Kalaupun mau, ia akan selalu konsultasi tentang banyak hal. Lebih pada kekhawatiran takut salah dan dikritik habis-habisan.

Ini menunjukkan minimnya apresiasi kita terhadap perjuangan seseorang. Anak sekecil itu, mampu membayangkan bentuk rumah secara komplit, memilih warna, berusaha mewarnai dengan susah payah melatih motorik halusnya, lha kok masih disalahkan. It's unfair, bukan?

Ada lagi adiknya si mbak yang masih 3,5th. Makan sendiri. Walhasil, nasinya berceceran lah di lantai. Tapi biarlah. Kita perlu mengapresiasi upayanya untuk mandiri dan belajar skill makan. Ya, hargai tugas perkembangannya. Itu akan membuat mereka semakin terpacu untuk menciptakan sukses-sukses baru.

Jadi, belajar memang bisa tentang apa saja dan di mana saja. Yang punya sosmed, bisa dimanfaatkan untuk belajar jualan online, mengasah kemampuan IT, menulis, berpendapat, berkomunikasi, dll. Namanya belajar, trial and error adalah sunnatullah. Yang penting, tidak kapok. Sekalipun ada kritik pedas yang menghampiri.

Status facebook kok isinya cuma curhatan, misalnya. Atau, status kok malah jualan. Atau posting foto aktifitas. Atau menuliskan pengalaman berkesan. Atau berisi kabar dari dunia politik.

Lah..suka-suka si empunya akun lah. Mau diisi apa. Ibarat rumah, adalah hak si pemilik untuk mendisain, mengecat dan mengisi perabot sesuai seleranya. Mau tembok dicat antimindstream semacam loreng atau tutul-tutul..(masih ingat kan, belasan atau bahkan puluhan tahun lalu ada trend menggambari tembok dengan alat khusus dan rerata mengambil motif batik?). Lalu pagar rumahnya dicat hijau pupus yang dikombinasi dengan orange ngejreng, terserah yang punya rumah, bukan. Kalau buat dia bagus, apa hak kita untuk melarang? Meski memang mengganggu pemandangan..dan tiba-tiba menimbulkan sakit mata.

Kalau berani, silakan beri masukan. Dan inipun butuh ilmu tersendiri. Adab mengkritik. Tak sekedar menegur. Kalau tidak, cukupkanlah dengan mencari jalan alternatif..atau tetap melewati rumah tersebut dengan banyak beristighfar.

Teman..
Tawadlu' setelah sukses itu memang tidak mudah. Karena kaitannya dengan hati yang memang mudah terbolak-balik. Ini adalah ujian kenikmatan. Atas ilmu dan skill yang dimiliki. Waspada adalah niscaya. Karena setan tak akan pernah relakan kita tinggalkannya.



رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.



Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (QS. Ali Imran : 8) 


ditulis oleh : (NAF)

Sri Hariyanto Ajak Kembangkan Potensi Lokal



 
Air Terjun Banyu Nibo Kepuh Sari, Manyaran. Sumber Foto : http://www.panoramio.com/photo/117934889
Wonogiri- Banyu Nibo demikan masyarakat Kepuh Sari Kecamatan Manyaran menamakan objek wisata air terjun ini. Lokasinya berada pegunungan bagian selatan desa kepuh sari berjarak sekitar  30 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari pusat kecamatan Manyaran. Objek wisata ini masih terbilang baru dan terus dikembangkan baik dari akses jalan sampai infrastuktur pendukung di lokasi wisata, jelas Sri Hariyanto selaku tokoh masyarakat setempat yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Wonogiri.

Seperti biasa setiap ada kesempatan luang dimanfaatkan oleh mas Hari PKS panggilan akrab beliau untuk menyapa masyarakat sambil menggali potensi lokal yang bisa lebih dikembangkan lagi. Tak terkecuali akhir pekan yang lalu (22/1), bersama beberapa anggota karang taruna setempat dengan mengendarai sepeda motor menuju objek wisata air terjun Banyu Nibo. “Alhamdulillah akses jalan sudah lumayan bagus, hanya saja untuk sampai lokasi wisata kami harus memarkir sepeda motor di rumah warga setempat, lalu berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 10 menit”. Lanjut anggota Komisi I Urusan Pemerintahan dari Faksi PKS ini.
 
Mas Hari juga menyampaikan harapannya agar potensi alam yang luar biasa ini harus bisa di tangkap dan di kembangkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa Kepuh Sari, juga pemangku kebijakan yang lainnya, agar objek ini semakin memiliki daya tarik sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Wonogiri khususnya ke wilayah Manyaran. Termasuk potensi-potensi lokal daerah lainnya, untuk bersama-sama diangkat dan dikembangkan.

Selain objek wisata air terjun Banyu Nibo, desa Kepuh Sari sendiri sudah dikenal dengan nama kampung wayang, dimana sebagian besar warga desanya juga berprofesi sebagai pengrajin wayang kulit, serta perlengkapan pagelaran wanyang lainnya.

Sering dibaca

Info Baru

Info Baru

Taujih Rabbani


Buku Tamu

FB Like

 
Support : Creating Website | FB
Copyright © 2011. PKS WONOGIRI - All Rights Reserved
Template Created by maskolis Published by Mas Template
Re Design by bismillahcom